Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BMKG: Gempa M 5 Terjadi di Labuan Bajo Hingga Ruteng


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di akun twiternya @infoBMKG menyebutkan gempa magnitudo 5,0 terjadi di Labuan Bajo, hingga Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT). BMKG juga mengatakan pusat gempa berada di laut.

Gempa terjadi pada Kamis (25/9/2019) pukul 06.44 WIB. Pusat gempa berada di laut 15 km Barat Laut Labuan Bajo.

"Titik gempa berada di 8,38 Lintang Selatan dan 119,82 Bujur Timur. Gempa terjadi di kedalaman 175 km," tulis BMKG.

Gempa dirasakan dengan skala III-IV MMI di Labuan Bajo dan I-II MMI di Ruteng. Skala I MMI artinya getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. Sementara, skala II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Skala III MMI artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Dan skala IV MMI berarti pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Sementara itu di Ambon, Maluku, terjadi gempa berkali-kali hari ini. Pertama terjadi pukul 06.46 WIB dengan magnitudo 6,5. Kemudian pukul 07.39 WIB terjadi lagi gempa bermagnitudo 5,6.

Terakhir pada 09.41 WIB kembali terjadi gempa lagi di Ambon dengan kekuatan magnitudo 3,2.

Gempa-gempa di Ambon ini tidak menimbulkan gelombang tsunami.

Post a Comment for "BMKG: Gempa M 5 Terjadi di Labuan Bajo Hingga Ruteng"

Suku Bajau yang Dapat Bertahan Lama di dalam Air, ini Alasannya
Viral Video Syur Mirip Youtuber Game Sarah Viloid
5 Tempat Wisata Indonesia yang Mirip Destinasi Luar Negeri
Sarah Viloid, Gamer Sukses yang Video Syur Miripnya Viral di Media Sosial
KPK Pastikan Expos Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka Pada 10 Desember 2020
Chelsea Ndagung Tereliminasi dari Pop Academy Indosiar
Tradisi Berbagi Istri di Himalaya, Sang Adik Boleh Menikahi Istri Kakanya
Makna Lagu Ende Tenang Kole Chelsea Ndagung yang Bikin Air Mata Meleleh
GO"ET SENI SASTRA MANGGARAI
Mengenal Kaum Aghori, Suku Pemakan Mayat