Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Putra-Putri NTT, Pulang Kampung Habis Kuliah, Nganggur, Jangan Gengsi Piara Babi


Eastjourney-(Sesi Curhat)- Habis kuliah memang sesuatu yang menyenangkan apalagi selesai cepat waktu. Molor sedikit 1 semester hingga 2 semester tidak apa-apa. Tapi perlu dipikirkan uang kuliah adalah hasil keringat orang tua. Jadi kalau sudah tau itu adalah hasil jerih payah orang tua mending dipikirkan lagi kalau sudah mulai malas-malasan kuliah.

Habis wisuda juga adalah momen yang luar biasa karena akhir dari penderitaan selama di bangku kulia. Terbebas dari tugas seperti makalah hingga tidak tidur malam, baca-baca semalam suntuk kalau tidak ada kesempatan main Play Station (PS), Mobile Legen, PUBG hingga mimpi buruk didatangi dosen yang lalim di kampus.

Meski menggembirakan akan tetapi perlu diingat kemana setelah wisuda. Sebagai pemuda dan pemudi daerah tentu saja kembali ke kampung halaman terutama yang tekatnya sudah bulat untuk tidak merantau. Sederhananya kembali ke pangkuan kampung halaman untuk mengabdi di sana.

Sebagai pemuda dan pemudi yang idealis tentu saja punya mimpi-mimpi saat kembali ke kampung halaman. Sebagian besar mimpinya sudah ditebak mau menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jadi saat mau pulang kampung sudah tertanam di pikiran ke instansi-instansi mana saja nanti lowongan kerja dilemparkan. Ada yang merencanakan ke kantor Bupati, Bank, Kantor Camat, sekolah-sekolah dan puskesmas-puskesmas.

Tapi apalah daya lapangan kerja di daerah itu sangat sempit. Rumor beredar untuk masuk ke instansi-instansi tersebut butuh orang dalam atau kerabat. Tentu saja yang terjadi adalah duduk di kursi panas yang bikin panas yakni kursi pengangguran. Mengemban jabatan di kursi pengangguran memang berbahaya, jadi bersabar saja.

Lebih parahnya lagi tinggal di kampung dimana "pengangguran" akan menjadi aib sehingga menjadi bahan gosip tetangga dari kampung ke kampung. Maka bahtera rumah pengangguran akan turut diseret-seret.

Singkat kata sehabis kuliah butuh sedikit  tenaga ekstra untuk mengisi masah kekosongan tersebut. Mungkin mimpi-mimpi ke instansi-instansi tadi perlu diruntuhkan. Bangun fondasi yang baru untuk bisa mandiri.

Salah satu solusinya adalah pelihara Babi apalagi teman-teman yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Sebenarnya tidak hanya ternak Babi bisa juga ternak yang lain. Akan tetapi hari ini kita akan membahas ternak Babi.

Mengapa beternak Babi?

Memiliki Lahan yang Luas sehingga Perlu Dimanfaatkan

Teman-teman dari NTT tentu saja banyak yang memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk beternak babi. Di atas lahan tersebut  mulailah untuk mendirikan kandang babi. Mulailah dari beberapa ekor. Untuk membuat kandang perlu konsultasikan ke orang yang berpengalaman kalau perlu konsultasi dengan pegawai PPL.


Pakan yang Melimpah dan Sangat Mudah Didapatkan


Perlu di syukuri daerah NTT merupakan wilayah yang subur dan bisa ditanami berbagai tanaman untuk dijadikan pakan ternak. Lahan-lahan yang ada bisa ditanami tanaman untuk pakan Babi sehingga tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Yang penting adalah rajin dan disiplin untuk mengelola pakan tersebut.

Bibit Babi Mudah di dapat

Di NTT bibit babi sangat mudah didapat, selain itu harganya juga terjangkau. Sangat disarankan jika mendapatkan informasi bahwa di daerah sekitar terdapat pusat pembibitan babi yang biasanya harganya lebih murah.

Babi Termasuk Ternak yang tidak Ribet untuk Dipelihara

 

 Babi merupakan salah satu jenis ternak yang tergolong mudah untuk dipelihara. yang terpenting adalah memperhatikan makanan, kesehatan dan kebersihan. Untuk kesehatan babi sendiri perlu konsultasi dengan orang yang punya pengalaman dan pengetahuan tentang peternakan babi.

NTT Merupakan Pasar Babi Sehingga Sangat Cocok 

dipelihara di Daerah ini

 


Penduduk NTT merupakan salah satu daerah dengan penduduk yang sebagian besar adalah penggemar makan babi. Babi di NTT bahkan digunakan untuk acara adat selain dipakai untuk ritus adat tetapi juga untuk konsumsi pribadi.Salah satu panganan yang terkenal dari daging babi adalah Sei babi yang kebanyakan ada di daerah Kupang.

Demikian curhatan ini, semoga bermanfaat bagi para sarjana yang masi pengangguran di NTT. Lahan kita yang luas masi butuh buah tanganmu. Anda pasti sukses.

Bila anda ingin curhat balik tentang apa saja masalah di daerah, hubungi email kami: Kehicapflores16@gmail.com atau hubungi ke nomor 081808124479 (WA)

Post a Comment for "Putra-Putri NTT, Pulang Kampung Habis Kuliah, Nganggur, Jangan Gengsi Piara Babi "