Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Travelers, Saat New Normal Nanti, Dunia tidak Seperti Dulu Lagi

Ilustrasi traveling/foto spesial
Eastjourneymagz.com- Menikamati hidup di atas bumi yang bulat ini, merupakan planet ke tiga tata suria kita tentu saja berbeda saat corona ini tiba. Bagamana tidak dalam sekejab semuanya ditutup, bukan satu kota saja bahkan satu negara.

Orang-orang takut ke luar rumah dan memilih hati-hati karena pemburu yang adalah makhluk hidup mikroskopik covid 19 sedang menunggu. Orang-orang meningkatkan persediaan stok masker dan sabun pencuci tangan.

Di pintu-pintu gerbang memasuki kompleks para petugas menembakan alat pengecek suhu di kepala. Sebuah keran pencuci tangan sedang menunggu, semuanya melalui protokoler.

Tidak ada anak-anak lagi di gang yang bermain atau pemuda-pemuda yang berkumpul dan bermain gitar. Semuanya berubah seperti dunia yang tidak kita kenal lagi.

Rumah sendiri-pun terasa asing. Saat sekali saja ke luar maka saat kembali harus menyemprot baju-baju dengan disinfektan, sarung tangan di buang ke sampah dan segera mandi.

"Kebersihan" memang menjadi kunci dan satu-satunya kunci dalam melawan corona. Di samping itu juga harus disiplin dan menjaga stabilitas tubuh yang sehat.

Lalu saat ini upaya New Normal akan berlangsung di depan mata. Banyak tempat umum akan dibuka, kantor-kantor, Kampus, pabrik, sekolah hingga
pusat pembelanjaan akan kembali dibuka.

Warga boleh turun ke jalan lagi karena tidak ada pembatasan-pembatasan dari pemerintah. Warga kota yang satu dan kota yang lain juga bisa saling mengunjungi.

Tempat-tempat wisata perlahan-lahan dibuka bahkan turis-turis mancanegara sudah mulai bisa menikmati perjalanan. Indonesia sendiri diprediksi akan kebanjiran wisatawan kala new normal nantinya.
Pengukur Suhu Badan/Foto Spesial

Bukan Seperti Dulu Lagi


Dunia bukan seperti dulu lagi, layaknya sebuah judul lagu. Jika melakukan perjalanan ke luar untuk traveling juga dunia tidak seperti dulu lagi. Ada hal-hal baru yang ditemui di setiap kota untuk diparuhi.

Kepala ditembak, ya sebuah alat seperti pistol akan disorongkan ke wajah untuk memeriksa suhu badan. Hal itu mungkin tidak hanya saat memasuki gerbang kota, bahkan saat memasuki bus, kreta api hingga pesawat. Begitu juga di mal-mal, warung-warung, tempat makan di daerah tujuan wisata. Anda akan seperti seorang penjahat ditodong setiap saat.

Good bye Sake hand, selamat jalan berjabat tangan. Saat bertemu dan berkenalan dengan orang baru dalam perjalanan tidak ada lagi berjabat tangan atau bercium pipi. Virus menyebar cepat melalui tradisi berjabat tangan dan berciuman pipi ini. Maka jangan tersinggung orang-orang akan mengindari.

Hand sanitizer, setiap wisatawan mungkin saja diwajibkan memiliki barang ini di tas-nya. Sehingga saat berjalan ke luar tangan yang sering bersentuhan langsung dengan benda-benda yang menjadi persinggahan droplet akan selalu steril oleh hand sanitizer. Tempat-tempat umum juga akan menyediakan alat pembersih tangan ini bahkan keran air sudah. Jangan pernah lupa apalagi saat memasuki kawasan keramaian.

Makhluk Pembungkus Hidung dan mulut, serentak manusia do seluruh dunia memakai masker. Produksi masker meningkat tajam dan perusahaan masker ini menjadi salah satu yang sahamnya aman di tengah corona. Kemanapun pergi masker akan terus digunakan agar droplet tidak terjebak di mulut. Di tempat wisata penggunaan masker merupakan protokol pemerintah. Bahkan saat naik turun gunung masker akan digunakan sehingga terlindungi wabah ini. Saat berwisata siapkan masker banyak-banyak kalau perlu masker yang bisa dipakai berkali-kali.

Orang-orang akan jaga jarak dan hindari kerumunan, saat bepergian dalam perjalanan akan bertemu dengan banyak orang. Jarak satu dengan yang lainnya dijaga sekitar 2 meter. Selain itu upaya untuk jauhi kerumunan sangat diperhatikan. Para petugas akan dengan sigap untuk mengatur setiap pengunjung termasuk menegur bila ada pelanggaran. Saat duduk di kendaraan umum atau bus juga jarak satu dengan yang lainya akan dijaga.
Memakai Masker/Foto spesial

Klinik dimana-mana, para pengelola wisata akan menyediakan klinik bagi pengunjung sebagai bagian dari protokol. Klinik ini diperuntukkan bagi pengunjung yang kondisi kesehatannya menurun. Seperti di candi Borobudur, nanti pengunjung akan diberi tiga pita yakni hijau, kuning dan merah. Yang berwarna hijau diberikan kepada pengunjung yang suhu tubuhnya normal, warna kuning bagi pengunjung yang suhu badannya tidak aman sedangkan warna merah bagi yang suhu tubuhnya sangat tinggi dan tidak diperbolehkan masuk dan akan diperiksa ke klinik yang sudah disediakan.

Mengantongi surat cinta, ya surat izin atau surat keterangan dokter, mungkin ini yang akan selalu dikantongi para wisatawan saat bepergian. Surat Izin atau surat dokter akan dibawa kemana-mana saat bepergian dan akan dicek oleh setiap petugas. Bahkan ini bisa saja menjadi tiket masuk untuk menentukan diterima atau tidak di wilayah tertentu.

Antrian akan dihindari, mungkin tidak ada lagi antrean pembelanjaan tiket atau kupon. Kalaupun ada jarak antrean akan benar-benar diatur.

Serba non-tunai, dalam perjalanan tentu saja butuh uang untuk membeli tiket masuk, kupon atau karcis makan. Sebagian besar akan memakai non-tunai untuk menghindari sentuhan langsung dengan petugas. Ini juga untuk menghindari antrean dan kerumunan.

Post a Comment for "Travelers, Saat New Normal Nanti, Dunia tidak Seperti Dulu Lagi"