Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Traveling dengan Pasangan, Bukanlah Saat Ngebabu buat Manjain si Cewek

Ilustrasi Mendaki Gunung/Foto Spesial
Eastjourneymagz.com- Traveling bersama pasangan merupakan sesuatu yang romantis. Bayangin bisa menikmati sunset berdua di tepi pantai sembari mendengar kicau camar kaya lagunya Iwan Fals. Atau saat kalian saling senderan di atas perahu meski perahunya dibayar mahal.

Mungkin mau seperti di film-film dimana si cowo menggendong cewenya. Atau si cewe pura-pura jatuh dan diikuti si cowo, lalu terjadi sesuatu, dan keduanya sama-sama berbaring. Pokokny terserahlah. Saya juga enek nulisnya. Wkwkwkw

Betapa romantisnya perjalanan kalian saat melewati waktu berdua yang berkualitas. Semua pasangan memimpikan perjalanan seperti itu.

Namun seringkali pasangan salah kaprah saat berduaan melakukan traveling. Banyak pasangan yang terjebak karena menganggap traveling adalah saat yang tepat untuk manjain si dia.

Apalagi kamu ngangap ini adalah kesempatan untuk nunjukin ke dia bahwa kamu perhatian denganya. Biar si dia juga tau kamu lagi sayang-sayangnya sama dia. Apapun yang dia mau, kamu ok. ok aja biar kelihatan laki-laki bucin.

"Sayang, kamu bawa yang berat-berat aja ya!", "Aku bawa tas aja ya!", "Sayang aku udah gak bisa jalan lagi!", "Sayang aku udah kurusan ya!" "Sayang gendong aku dong, udah capek nih!", "Sayang bawain sepatu gua dong!" "Aku ga bisa bawa ransel, kamu aja ya!" "Aku aja yang pakai payung ya, kamu gak usah, nanti aku hitam!"

Saat cewemu mewek seperti ini kamu lansung iya-iyin aja. Kamu merasa perihatin dengannya dan merasa hal-hal yang berat tidak perlu dilakukan si dia.

"Sayang kasian kamu ya, yaudah aku aja!", "Gak usah biar aku aja!" "Udah kamu gak usah bawa apa-apa, biar aku aja yang bawah!"

Kamu kelihatan laki-laki yang paling baik di dunia. Pantas aja banyak cewek tertarik denganmu.

Bisikkan ke telinganya aku bukan babu! Aku pacarmu! Anggap saja bisikan ini sebagai emansipasi terhadap dirimu dan pasanganmu.

Pertama kamu membebaskan dia dari cara pandangmu bahwa dia adalah makhluk yang lemah darimu (second of class). Dia tidak bisa mengangkat ransel karena dia wanita atau dia tidak bisa berjalan jauh karena dia wanita.

Kamu harus meyakini dia bahwa dia wanita yang kuat. Beri dia ransel biar kelihatan keren dan sangat cantik. Jadikan dia layaknya pasangan dalam perjalananmu, bukan tuanmu.

Biarkan dia berjalan sejauh yang kalian mau. Jadikan dia petualang sejati hingga menemukan tujuan perjalanan kalian. Menemukan banyak cinta dan perjuangan.

Kedua kamu membebaskan dirimu dari budak cinta dan perasaan superior terhadap kekasihmu. Perjalanan bukanlah kesempatanmu untuk membabu dan menjadi pelayan setianya. Kamu mungkin merasa bertanggungjawab dalam perjalanan itu tapi jangan membelenggunya menjadi pelancong yang penuh ilusi.

Kalian adalah tuan atas perjalanan kalian dan tuan atas cinta kalian. Manja boleh saja dengan pasanganmu tapi jangan memperbudak dirinya dan dirimu. Habiskan waktu sebaik-baiknya dan sebijak-bijaknya, kalian akan menemukan kebahagiaan.

Entah di lautan, entah di gunung atau di tepi pantai atau du padang hingga meliwati tebing-tebing dan gunung yang curam, kalian tetap mencintai tanpa akhir.

Post a Comment for "Traveling dengan Pasangan, Bukanlah Saat Ngebabu buat Manjain si Cewek"