Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Aksi Tolak Tambang Matim di Kemneko Ekonomi, SP NTT Malah Berhadapan dengan Preman

Eastjourneymagz.com--Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP-NTT) Jakarta kembali menggelar aksi menolak rencana hadirnya Pabrik Semen dan tambang batu gamping di Lolok dan Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Aksi jilid IV ini berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Kamis (17/12).

"Kali ini adalah aksi jilid ke-IV oleh SP NTT Jakarta dalam upaya menggagalkan hadirnya tambang dan pabrik semen di Satar Punda, Manggarai Timur," ujar Saverius Jena, Kordinator Lapangan SP NTT dalam siaran pers yang diterima Eastjourneymagz.com, Kamis (17/12).

Baca Juga: Tradisi Mallanca, Tradisi Adu Betis yang hanya ada di Sulawesi Selatan
 


Save menilai hadirnya industri ekstraktif di Manggarai Timur merupakan salah satu kegagalan dari Kemenko Perekonomian dalam upaya menyejahterakan masyarakat melalui ekonomi berbasis kerakyatan.

"Manggarai Timur memiliki potensi unggulan di bidang Pertanian, Perikanan, Peternakan, dll. Namun Pemerintah gagal dalam mengembangkan potensi ini," tegasnya.

Sementara itu, Jenderal Lapangan SP NTT, Gesryardo Ndahur mengatakan, Kemenko Perekonomian tidak bertanggung jawab sebagai salah satu Lembaga perumus kebijakan lantaran mereka tidak diterima audiensi di dalam ruangan.

"Kemenko Perekonomian tidak bertanggung jawab. Masa kami meminta beraudiensi namun kami diterima di luar pagar Kemenko. Kami kan hanya menyampaikan aspirasi saja," sesal putra asal Manggarai Timur ini.

Ia pun menilai bahwa orang yang bertemu mereka saat beraudiensi di luar pagar tersebut adalah bukan orang Kemenko Perekonomian.

"Kami kira mereka bukan orang Kemenko Perekonomian karena tak punya name tag. Kami anggap mereka adalah preman suruhan dari Kemenko. Karena kalau pejabat mestinya ada name tag," tegas Gesry.

Namun Menurutnya, SP NTT akan tetap kembali menggelar aksi dalam waktu dekat dengan jumlah massa yang sangat banyak.

Baca Juga: Omed Omedan Tradisi Ciuman Beramai-Ramai di Bali

Dalam aksi itu SP NTT menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya:
 

1. SP NTT meminta Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mempertimbangkan kehadiran tambang dan pabrik semen karena tidak menjamin pengembangan ekonomi masyarakat Manggarai Timur.

2. SP NTT meminta Kementerian koordinator Perekonomian untuk melakukan perumusan serta sinkronisasi pembangunan ekonomi masyarakat yang berpotensi di sektor pertanian, perikanan, perkebuan dan pariwisata.

Sawah di kawasan yang akan menjadi pabrik tambang Manggarai TImur/ Foto Istimewa.

3. SP NTT mendesak Kementerian Koordinator Perekonomian agar melakukan koordinasi dengan Bangda otonomi daerah Kemendagri agar meminta Pemprov NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk batalkan rencana hadirnya tambang dan pabrik semen yang bertentangan dengan RPJMD.

3. Meminta Kementerian Koordinator Perekonomian untuk menindaklanjuti surat koordinasi dari KLHK mengenai kehadiran tambang dan pabrik semen di Kabupaten Manggarai Timur.

4. Meminta Kementerian Koordinator Perekonomian untuk melakukan riset terkait dengan pembangunan ekonomi masyarakat Manggarai Timur yang berkelanjutan.

5. Meminta Kementerian Koordinator Perekonomian untuk melakukan koordinasi ke Kementrian Perindustrian terkait dengan pendirian pabrik semen di Kabupaten Manggarai Timur yang tidak mempertimbangkan kondisi over suplly semen skala nasional

7. Meminta Kementrian Perekonomian untuk koordinasi ke Kementrian Pertanian agar segera membangun sektor pertanian di Kabupaten Manggarai Timur yang selama ini tak diberdayakan secara maksimal.


Artikel Pilihan

 
 

 

Post a Comment for "Aksi Tolak Tambang Matim di Kemneko Ekonomi, SP NTT Malah Berhadapan dengan Preman"

Suku Bajau yang Dapat Bertahan Lama di dalam Air, ini Alasannya
5 Tempat Wisata Indonesia yang Mirip Destinasi Luar Negeri
Viral Video Syur Mirip Youtuber Game Sarah Viloid
Sarah Viloid, Gamer Sukses yang Video Syur Miripnya Viral di Media Sosial
KPK Pastikan Expos Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka Pada 10 Desember 2020
Chelsea Ndagung Tereliminasi dari Pop Academy Indosiar
Tradisi Berbagi Istri di Himalaya, Sang Adik Boleh Menikahi Istri Kakanya
GO"ET SENI SASTRA MANGGARAI
Makna Lagu Ende Tenang Kole Chelsea Ndagung yang Bikin Air Mata Meleleh
Mengenal Kaum Aghori, Suku Pemakan Mayat