Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Tempat yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Berkunjung Jakarta

Sumber: bisniswisata.co.id

Eastjourneymagz.com—Jakarta merupakan ibu kota negara Indonesia. Kota Jakarta memang dikenal sumpek, panas, macet hingga banjir. Hal ini tidak berarti di kota ini tidak memiliki tempat yang memanjakan diri.

Jakarta tentu saja memiliki daya tarik sendiri tidak hanya untuk urusan bisnis tapi juga karena memiliki beberapa tempat yang direkomendasikan untuk melepaskan kepenatan. Tempat-tempat tersebut tidak hanya diminati oleh warga setempat tapi juga wisatawan asing atau turis dari mancanegara.

Sebagian besar tempat wisata di Jakarta memang bukanlah wisata alam. Kebanyakannya adalah wisata buatan yang tentu saja memiliki sensasi tersendiri. Berikut 5 tempat wisata di Jakarta yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke tempat ini.

Monas

Monas/Foto Istimewa

Monumen Nasional atau Monas adalah ikon dan simbol yang kuat untuk mengenang perlawanan dan kemenangan rakyat Indonesia melawan penjajahan Belanda. Monumen peringatan setinggi 132 meter ini berlokasi di Gambir, Gambir, Jakarta Pusat dan berseberangan dengan istana. Pada puncak Monas yang didirikan oleh presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno terdapat emas asli. Pengunjung juga bisa memasuki Monas dan mencapai puncaknya dengan mengantre.

Kawasan Kota Tua

Kota tua/Foto Bobobox

Kawan kota tua terletak di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Tempat ini dikenal sebagai peninggalan Belanda sehingga disebut Batavia lama (Oud Batavia). Karena itu bila memasuki kawasan ini, pengunjung akan menemui gedung-gedung tua yang merupakan khas Belanda atau sewaktu VOC berkuasa. Terdapat beberapa bangunan diantaranya Gedung Arsip Nasional, Gedung Chandranaya, Vihara Jin De Yuan (Vihara Dharma Bhakti), Petak Sembilan, Pecinan Glodok dan Pinangsia, Gereja Sion, Tugu Jam Kota Tua Jakarta, Stasiun Jakarta Kota, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, dll.

Berbelanja ke Pasar Baru

Pasar Baru/Foto Istimewa

Pasar Baru merupakan salah satu pusat belanja tradisional dan kuliner. Tempat ini lokasinya sesuai dengan namanya yakni pasar baru di Jakarta Pusat. Ketika masuk ke lokasi ini di pintu gerbang depan tertulis Passer Baroe, 1820. Ini merupakan waktu berdirinya tempat ini. Dengan demikian tempat ini sudah berdiri sejak 2 abad lalu.

Nikmati Kuliner di Pecenongan

Kuliner Pecenongan/Foto Berita tagar

Pecenongan merupakan tempat yang paling direkomendasikan untuk menikmati berbagai kuliner. Di sini tersedia masakan lokal, Chinese Food, hingga Sea Food. Lokasinya tidak jauh dari Pasar Baru. Waktu yang tepat ke tempat ini adalah pada malam hari. Berbagai makanan akan dihidangkan kepada para pengunjung. Makanan yang paling luar biasa di lidah adalah Sea Food. Ikannya segar, apalagi ikan kuah!

Menikmati Pantai di Ancol

Ancol/Foto Metro.Tempo

Salah satu pantai di dekat pusat kota Jakarta ini adalah Pantai Impian Jaya Ancol. Pantai Ancol membentang sepanjang 6.5 km. Pengunjung dapat menikmati Pantai Lagoon, Danau Impian hingga Beach Pool dan Carnaval. Selain itu dapat beraktivitas melepaskan penat seperti mandi di Pantai, Naik Kereta Wisata Sato-Sato hingga berfoto di Promenade Pantai Ancol. Untuk masuk ke tempat ini mesti membayar tiket terlebih dahulu yakni tiket reguler Senin-Minggu sebesar Rp.25 rb, tiket kendaraan motor, 15 rb, tiket kendaraan mobil Rp.25 rb.

Artikel Pilihan

 
 

 

 

Post a Comment for " 5 Tempat yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Berkunjung Jakarta"

Suku Bajau yang Dapat Bertahan Lama di dalam Air, ini Alasannya
5 Tempat Wisata Indonesia yang Mirip Destinasi Luar Negeri
Viral Video Syur Mirip Youtuber Game Sarah Viloid
Sarah Viloid, Gamer Sukses yang Video Syur Miripnya Viral di Media Sosial
KPK Pastikan Expos Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka Pada 10 Desember 2020
Chelsea Ndagung Tereliminasi dari Pop Academy Indosiar
Tradisi Berbagi Istri di Himalaya, Sang Adik Boleh Menikahi Istri Kakanya
GO"ET SENI SASTRA MANGGARAI
Makna Lagu Ende Tenang Kole Chelsea Ndagung yang Bikin Air Mata Meleleh
Mengenal Kaum Aghori, Suku Pemakan Mayat