Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gambang Kromong Perpaduan Musik Tionghoa dan Nusantara

Gambang Kromong/Foto Wikipedia

Eastjourneymagz.com—Indonesia memiliki kekayaan musik yang luar biasa. Salah satunya adalah Gambang kromong yang terpelihara begitu baik hingga saat ini. Jenis musik ini juga masih dipakai dalam berbagai pertunjukan hingga acara-acara besar.

Gambang Kromong ternyata memiliki sejarah yang unik. Musik ini hasil perkawinan dua budaya yakni Tionghoa dan Nusantara (Betawi). Jenis musik ini perpaduan dari Gamelan dan Musik Tionghoa. 

Dari musik inilah kita bisa memahami bahwa leluhur kita bangsa Indonesia terbuka sekali dengan dunia luar akan tetapi tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari budayanya. Sungguh luar biasa!

Dilansir dari berbagai sumber musik ini terdapat beberapa alat yang musik yang digunakan yakni gambang, kromong, gong, gendang, suling, kecrek, dan sukong, tehyan, atau kongahyan sebagai pembawa melodi.

Nah untuk nama musik ini ternyata diambil dari nama dua alat perkusi di dalam musik ini. Gambang dan Kromong dua alat musik yang paling menonjol yang kemudian menjadi nama jenis musik ini.

Jumlah bilah gamblang adalah 18 buah. Berasal dari kayu yang ringan empuk dan nyaring suaranya. Artinya kayu itu bisa menghasilkanmusik yang merdu. Kayu itu biasanya adalah dari kayu suangiking. Sementara Kromong sendiri dari perunggu atau besi. Jumlahnya 10 buah.

Post a Comment for "Gambang Kromong Perpaduan Musik Tionghoa dan Nusantara"

Suku Bajau yang Dapat Bertahan Lama di dalam Air, ini Alasannya
5 Tempat Wisata Indonesia yang Mirip Destinasi Luar Negeri
Viral Video Syur Mirip Youtuber Game Sarah Viloid
Sarah Viloid, Gamer Sukses yang Video Syur Miripnya Viral di Media Sosial
KPK Pastikan Expos Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka Pada 10 Desember 2020
Chelsea Ndagung Tereliminasi dari Pop Academy Indosiar
Tradisi Berbagi Istri di Himalaya, Sang Adik Boleh Menikahi Istri Kakanya
GO"ET SENI SASTRA MANGGARAI
Makna Lagu Ende Tenang Kole Chelsea Ndagung yang Bikin Air Mata Meleleh
Mengenal Kaum Aghori, Suku Pemakan Mayat