Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perlukah Belajar Bahasa Daerah Setempat Saat Melancong ke Tempat Baru?


Eastjourneymagz.com—Salah satu kesulitan saat menuju tempat baru adalah perbedaan bahasa. Syukur-syukur kalau tempat yang ditujui memiliki kesamaan bahasa dengan kita yang hendak ke sana.

Indonesia sendiri memiliki ratusan bahasa daerah yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan catatan tahun 2020 Indonesia telah memiliki 718 bahasa daerah.

Jumlah tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki bahasa daerah terbanyak di dunia. Indonesia sendiri masih kalah dari Papua Nugini yang memiliki 840 bahasa daerah.

Akan tetapi kita bersyukur memiliki bahasa Indonesia yang merupakan bahasa persatuan kita. Bahasa yang kita bisa pakai ke manapun kita pergi di tanah air kita tercinta ini.

Belajar Bahasa Daerah Lain

Dengan jumlah banyaknya bahasa daerah di tanah air, perlukah kita mempelajari satu per satu? Tentu jawabannya tidak perlu. Pertama bahasa sebanyak itu sangat sulit untuk kita pelajari. Beberapa orang memang berhasil mempelajari bahasa daerah lain tapi bukanlah sebuah kewajiban.

Untuk itu, kita hanya perlu menggunakan bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan sesama. Hal yang lumrah terjadi juga adalah tidak perlu menggunakan bahasa daerah ketika berhadapan atau sedang bersama dengan teman lain yang memiliki bahasa daerah yang berbeda.

Sikap tersebut untuk membangun toleransi dengan sesama. Selain itu menjaga etika agar orang tau teman yang kita hadapi tidak tersinggung atau menjadi curiga dengan kita.

Dalam beberapa kasus teman yang memiliki bahasa daerah yang berbeda akan melakukan transfer pengetahuan bahasa daerahnya. Misalnya orang Jawa dengan orang Flores, Orang Kalimantan dengan Sunda, Orang Bali dan Ambon, Orang Papua dan Batak, dll. Proses tersebut terjadi secara spontan terutama karena kedekatan dua insan yang bersahabat.

Kerap terjadi juga dalam kasus pernikahan campur. Kedua pasangan yang berbeda bahasa daerahnya saling mempelajari bahasa. Hal itu selain saja bukti cinta tapi mempermudah dalam hubungan dengan keluarga besar nantinya. Ketika berhadapan dengan mertua atau kaka dan adik ipar.

Dalam kaitannya dengan para pelancong, Backpackers dan wisatawan terkadang tidak terlalu mempermasalahkan soal bahasa ini. Akan tetapi banyak dari mereka yang memilih untuk sedikit-sedikit mempelajari.

Alasan mereka beragam, tapi yang paling utama adalah soal praktis untuk mempermudah di tempat baru. Selain itu alasan yang cukup menarik adalah mereka yang merasa bahwa perjalanan ke luar merupakan sebuah belajar.

Jadi jika menuju tempat yang baru maka akan mendapatkan pelajaran atau pengetahuan yang baru termasuk bahasa daerah di wilayah tempat tujuan. Mereka biasanya merasa tertantang dan menganggap bahasa yang baru bukanlah sebuah kesulitan melainkan kesempatan untuk belajar.

Jalan Tengah

Mempelajari bahasa daerah lain alangkah baiknya adalah memilih jalan tengah. Artinya tidak mempelajari secara keseluruhan suatu bahasa hingga tingkat mahir. Cukup dengan mempelajari bahasa-bahasa umum saja yang sering dipakai oleh masyarakat setempat.

Bahasa tersebut misalnya permisi, apa kabar, terima kasih, sampai jumpa lagi. Selain itu mempelajari kata-kata yang tidak perlu diungkapkan di suatu daerah. Juga bahasa-bahasa kasar yang bisa saja berupa ancaman atau makian.

Beberapa contoh misalnya ucapan terima kasih, Bahasa Jawa : Matur nuwun,  Bahasa Sunda : hatur nuhun, hatur nuhun pisan, Bahasa Migani (Papua) : amanai,, Bahasa Bali : matur sukseme dan Bahasa Batak : muliate.

Untuk kata maaf di beberapa daerah Bahasa Aceh, meuah; meuampon, - Bahasa Batak, santabi; marpanganju; maaphon, Manggarai Flores, Neka Rabo, - Bahasa Jawa tolong = (nyuwun; njaluk) tulung dan Bahasa Bali: (ngidih) tulung; diolas.

Bagaimana mengetahui bahasa-bahasa itu? Salah satu tips yang paling ampuh adalah mendekati teman-teman kita dari daerah yang lain. Kita bisa menanyakan kepada mereka beberapa bahasa umum di daerah mereka.

Tapi usahakan jangan satu sumber ya, biasanya ada juga teman yang jahil. Mereka memberitahu kata-kata yang salah untuk ngerjain kita.

Saat ingin mengetahui bahasa daerah lain juga membantu kita dalam berinteraksi dengan teman-teman dari daerah. Ini sangat membantu agar kita tidak menjadi manusia yang eksklusif tetapi terbuka dengan siapapun.

 

Post a Comment for "Perlukah Belajar Bahasa Daerah Setempat Saat Melancong ke Tempat Baru?"

Suku Bajau yang Dapat Bertahan Lama di dalam Air, ini Alasannya
5 Tempat Wisata Indonesia yang Mirip Destinasi Luar Negeri
Viral Video Syur Mirip Youtuber Game Sarah Viloid
Sarah Viloid, Gamer Sukses yang Video Syur Miripnya Viral di Media Sosial
KPK Pastikan Expos Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka Pada 10 Desember 2020
Chelsea Ndagung Tereliminasi dari Pop Academy Indosiar
Tradisi Berbagi Istri di Himalaya, Sang Adik Boleh Menikahi Istri Kakanya
GO"ET SENI SASTRA MANGGARAI
Makna Lagu Ende Tenang Kole Chelsea Ndagung yang Bikin Air Mata Meleleh
Mengenal Kaum Aghori, Suku Pemakan Mayat