Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kemenparekerekraf Bahas Konservasi Air di Desa Wisata Munduk Bali

Sumber Foto: Kemenparekraf

Eastjourneymagz.com--Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membahas soal konservasi air di Desa Wisata Munduk, Kabupaten Buleleng, Bali. Hal tersebut untuk menjaga ketersediaan air serta bentuk kearifan lokal dalam konservasi air.

Rekomendasi Bacaan: Bali Dinobatkan Sebagai Salah Satu Wisata Terpopuler Dunia Tahun 2020 

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan perlu ada sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan air sebagai salah satu sumber daya alam yang berperan vital dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita harus menyinergikan langkah-langkah yang sudah diambil oleh berbagai pihak terkait untuk menjaga ketersediaan air di destinasi wisata,” kata dia dalam wadah Focus Group Discussion (FGD) dalam acara yang dilaksanakan di Puri Lumbung Cottage pada Sabtu (3/4/2021).

“Selain itu, kita juga perlu mengimplementasikan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian air dan lingkungan," imbuh Giri.

Lebih lanjut Giri mengungkapkan, pembangunan kepariwisataan harus dikomunikasikan dengan komprehensif, tidak hanya membahas manfaat ekonomis. Namun juga berkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan,termasuk kelestarian lingkungan.

"Jadi dengan pembangunan kepariwisataan ini kita juga mesti melestarikan baik itu alamnya, budayanya, kehidupan bermasyarakatnya, dan nilai-nilai yang kita anut," katanya.

Terkait hal itu, Ni Wayan Giri menuturkan, pihaknya akan merampungkan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyusun acuan bagi pemerintah daerah di Indonesia dalam hal pelestarian sumber daya air dan lingkungan hidup.

"Kemudian rencana aksi yang benar-benar perlu kita lakukan di destinasi dan provinsi bahkan desa nanti akan kita komunikasikan lebih detail lagi," ungkap Ni Wayan Giri.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf, Agustini Rahayu, menambahkan setiap pihak harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu keberlanjutan lingkungan sebelum menjadi krisis, terutama di Bali. Termasuk yang harus berperan aktif dalam hal ini adalah wisatawan yang datang berkunjung.

"Harus ada tanggung jawab sosial dari wisatawan yang berkunjung ke Bali, hal ini berkaitan erat dengan responsible tourism yang cocok dengan program dan tengah dibidik oleh Kemenparekraf yaitu Quality Tourist. Jadi wisatawan juga ikut berperan dalam pemulihan lingkungan," kata Ayu.

Post a Comment for "Kemenparekerekraf Bahas Konservasi Air di Desa Wisata Munduk Bali"