Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Vox Point Indonesia: Aksi Terorisme di Merauke Menambah Beban Persoalan di Papua

Eastjourneymagz.com--Organisasi Katolik, Vox Populi Institute Indonesia atau Vox Point Indonesia mengadakan webinar yang bertajuk Waspada Aksi Terorisme di Papua, Kamis, 6 Juni 2021. Webinar tersebut dalam rangka merespons aksi teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Merauke, Papua baru-baru ini.

Dilansir dari siaran pers Vox Point Indonesia, Dirsus Vox Point Indonesia Papua, Moses Morin mengungkapkan pihaknya akan terus memantau perkembangan di Tanah Papua termasuk kasus terorisme yang dilakukan JAD.

JAD kata Moses ingin menunjukkan eksistensinya dengan memanfaatkan situasi carut marut di tanah Papua. 

“Teroris yang sudah diburu dimana-mana pada akhirnya mencari “suaka baru” tempat dimana mereka menunjukkan bahwa mereka tetap eksis,” kata Moses, Kamis, (10/6).

Lebih lanjut ia menjelaskan aksi terorisme di tanah Papua menambah beban dan persoalan bagi masyarakat Papua. Padahal selama ini, Papua cukup diperhitungkan soal toleransi. 

Meski diterpa oleh isu rasial dimana-mana, akan tetapi masyarakat Papua tetap berdiri tegak dengan toleransi, terbukti dari cara mereka menerima warga lain dari luar Papua.

“Kehadiran JAD di negeri Papua sangat mengganggu. Kehadiran JAD juga mesti harus diwaspadai karena mereka benar-benar ingin memanfaatkan kondisi Papua saat ini,” kata dia. 

Ilustrasi Densus 88 Anti Teror saat amankan teroris/dok.foto/Divisi Humas Polri

Sementara Jus Felix Mewengkang, Konsultan Transformasi Konflik dan Dewan Pakar Vox Point Indonesia yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi itu menyoroti pentingya kerjasama lintas agama dalam rangka menghentikan perkembangan radikalisme dan terorisme di Papua.

Ia juga menyoroti soal masuknya radikalisme belakangan ini di tanah Papua. Padahal kata dia, sebelum-sebelumnya di tanah Papua sudah adem dan harmonis antara masyarakat meski beda agama.

“Karena itu perlu adanya kerjasama bersama pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk terus memantau kelompok radikal baik di Mushala maupun di Masjid,” kata dia.

Ia juga meminta kalau ada orang-orang baru yang mencurigakan lebih baik dilaporkan. “Perlu ada pencegahan, dengan memantau orang-orang yang mencurigakan,” bebernya.

Ketua Vox Point DPW Merauke, Yoseph B. Gebze menjelaskan Merauke adalah kota yang sangat tinggi toleransi dan hal itu ditandai dengan keterbukaan masyarakat setempat terhadap warga dari luar wilayah Merauke. 

Karena itu tindakan terorisme akhir-akhir ini mengusik toleransi yang telah dibangun dengan baik selama ini di Merauke.

“Kami berharap agar pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang untuk perlu melakukan pencegahan dini terhadap kelompok terorisme ini. Bila perlu dilakukan penelusuran di titik-titik yang berpotensi kehadiran kelompok terorisme ini,” bebernya.

Senada dengan itu Tokoh Masyarakat Papua John Gluba Geze menjelaskan Bhineka Tunggal Ika harga mati di tanah Papua. 

Telah lama masyarakat Merauke baik yang dari luar maupun asli Merauke bisa hidup berdampingan di negeri yang damai itu.

"Meski Bhineka Tunggal Ika dibuat di Jakarta namun praktiknya di Merauke," kata John Gluba untuk mengungkapkan kedamaian sebelum serangan terorisme terjadi.

Ia menuturkan keterbukaan masyarakat Merauke dengan arus masuk masyarakat dari luar selain memiliki dampak positif tapi juga dampak negatif termasuk terorisme. 

Karena itu kata dia, tindakan perventif harus dilakukan, termasuk oleh Vox Point Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah, TNI, Polri, BAIS, BIN, BNPT dan Densus 88.

Sebaliknya ia meminta agar tidak melakukan represif dalam penanganan terorisme yang meresahkan warga Merauke. "Embrio terorisme sungguh nyata bersamaan dengan transmigrasi. Itu tergambar dari aksi teroris (JAD-Red) kemarin."

"Ini sudah masif, karena itu kita langsung tindakan perfentif saja. Hal itu agar tidak meluas dan mengancam kedamaian di tanah Papua," jelasnya.

Diketahui Densus 88 mengamankan anggota 11 anggota JAD Papua di Merauke pada Jumat 28 Mei 2021 lalu. Densus 88 juga mengamankan berbagai barang bukti.

Penangkapan ini dilakukan di beberapa distrik (kecamatan) yang ada di kabupaten Merauke, di antaranya, Distrik Kurik, Tanah Miring, Jagebob dan beberapa lokasi di dalam kota Merauke.

Kelompok teroris JAD menargetkan pemboman Gereja Katedral Merauke dan menyerang Uskup Petrus Kanisius Mandagi. 

Uskup Mandagi mengakui, dirinya telah menjadi target pembunuhan 2 kali.

Pertama pada Januari 2021 dan yang kedua adalah pada Mei 2021. Namun aksi para teroris tersebut dapat dihentikan oleh densus 88.

Mereka diduga terlibat kasus bom Gereja Katedral Makassar, selain itu terlibat dalam sejumlah aksi di Poso bahkan penyerangan di Thamrin Jakarta.

Post a Comment for "Vox Point Indonesia: Aksi Terorisme di Merauke Menambah Beban Persoalan di Papua"

Suku Bajau yang Dapat Bertahan Lama di dalam Air, ini Alasannya
5 Tempat Wisata Indonesia yang Mirip Destinasi Luar Negeri
KPK Pastikan Expos Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka Pada 10 Desember 2020
Chelsea Ndagung Tereliminasi dari Pop Academy Indosiar
Tradisi Berbagi Istri di Himalaya, Sang Adik Boleh Menikahi Istri Kakanya
Makna Lagu Ende Tenang Kole Chelsea Ndagung yang Bikin Air Mata Meleleh
GO"ET SENI SASTRA MANGGARAI
Sarah Viloid, Gamer Sukses yang Video Syur Miripnya Viral di Media Sosial
Mengenal Kaum Aghori, Suku Pemakan Mayat
Vote Chelsea Ndagung Malam Ini di Pop Academy Indosiar